Film Satu Hari dengan Ibu mengangkat penggalan kisah seorang pria dewasa, Dewa (Chand Kelvin) yang tinggal bersama ibunya (Vonny Anggraini), seorang single parent karena ditinggal wafat suaminya. Dewa sibuk dengan pekerjaan serta kegiatannya di Jakarta, sehingga tidak memiliki banyak waktu berkualitas untuk berinteraksi bersama sang ibu.
Awal dari film tersebut, Dewa sering bersikap kasar dan tidak patuh pada perintah ibunya. Ibu Dewa yang selalu memberi perhatian dan kasih sayang kepada Dewa seolah tak dihiraukan. Dewa seperti kehilangan rasa hormat dan kepatuhan terhadap ibunya. Ketidak patuhan dan kehilangan rasa hormat pada ibunya itu membuat Dewa selalu diliputi kecemasan dan mengalami peristiwa yang disebutnya “dejavu”,yakni merasa apa yang terjadi saat itu, pernah terjadi atau dialami di masa lalu.
Diceritakan, sebagai seorang pekerja Dewa menjalankan rutinitas pekerjaan dan kegiatan lain di kota besar, sehingga tidak memiliki waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan sang ibu. Sampai pada suatu hari, Dewa mengalami kejadian yang berbeda seperti biasanya. Jadi, ia terus mengalami peristiwa yang sama di masa lalu bersama ibunya sendiri lebih dari 12 kali.
Seiring berjalannya waktu, respons Dewa terus berbeda dengan menanggapi hal tersebut, khususnya saat merenungkan kasih dan pengorbanan dari seorang ibu yang pernah ia dapatkan. Disamping itu, Dewa dapat bebas dari perputaran time loop tersebut jika melakukan respons yang tepat. Pada akhirnya, Dewa pun sadar hal itu dan terus mengikuti alur dari peristiwa yang sedang dialaminya. Berkat pertemuan dengan seorang ustadz dan kegiatan ibadah yang selalu dilakukannya, Dewa pun kemudian menyadari kalau dirinya harus berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Pada sisi yang lain, diam-diam Dewa memiliki ketertarikan dengan Putri, teman kerja yang selalu memperhatikan Dewa. Dan ternyata Putri pun memiliki perasaan yang sama, hingga keduanya merencanakan untuk menikah. Namun sebelum pernikahan itu terjadi, ibu Dewa meninggal dunia.
Karena cerita yang menarik dalam Film tersebut dan adanya pesan moral yang penting untuk pendidikan karakter bagi anak-anak, maka Kepala SMK PGRI 01 Semarang, Dra. Hj. Titi Yulestariani mengajak para guru dan karyawan serta seluruh siswa kelas XII menonton bareng (nobar) film “Satu Hari Dengan Ibu” di Transmart Studio, Jl. Majapahit Semarang, Senin 6 November 2023.
Pesan Titi Yulestariani kepada anak-anak, bahwa dengan nobar “Satu Hari Dengan Ibu” ini anak-anak dapat mengambil pesan moral yang ada di dalamnya. Salah satunya tentang ibu. “Kita harus menyadari betapa pentingnya menghargai ibu. Jangan pernah berkata kasar kepada ibu, jangan membantah dan mengabaikan pesan ibu. Hormatilah dan bahagiakanlah ibu kita. Ibu adalah sosok yang tak tergantikan jasa dan pengorbanannya untuk kita”, jelas Titi saat diberi kesempatan berbicara oleh penyelenggara sebelum Film tersebut diputar
Penulis : Purwanto, S.Pd
Editor : Abdul Hakim Pamungkas Putra, S.Pd